6 Makanan Ini Juga Baik untuk Kesehatan Saraf

Saraf manusia ikut menua seiring usia yang bertambah. Untuk terus menjaga kesehatannya, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan yang baik untuk kesehatan saraf.

Mengenal lebih jauh tentang sistem saraf

Sistem saraf adalah susunan jaringan yang sangat kompleks dan terstruktur. Fungsi saraf adalah mengatur, menerjemahkan, dan mengarahkan interaksi dengan dunia sekitar. Sistem saraf bertugas untuk mengontrol:

Baca Juga

  • Penglihatan, pendengaran, indra perasa, indra penciuman, dan sensasi.
  • Fungsi “sukarela” dan “tidak sukarela” seperti gerakan, keseimbangan, dan koordinasi. Sistem saraf juga mengatur aksi sebagian besar sistem tubuh lainnya, seperti aliran darah dan tekanan darah.
  • Kemampuan kognitif. Sistem saraf memungkinkan Anda untuk sadar dan memiliki pikiran, ingatan, dan bahasa.

Sistem saraf dibagi menjadi otak dan sumsum tulang belakang (sistem saraf pusat atau SSP) dan sel-sel saraf yang mengendalikan gerakan sukarela dan tidak disengaja (sistem saraf tepi atau SST).

SSP meliputi otak dan sumsum tulang belakang. Otak adalah “pusat kendali” tubuh. SSP memiliki berbagai pusat yang di dalamnya menjalankan tugas sebagai pengatur sensorik, motorik, dan integrasi data. Pusat-pusat ini dapat dibagi lagi ke pusat-pusat bawah (termasuk sumsum tulang belakang dan batang otak).

SST adalah jaringan luas saraf tulang belakang dan tengkorak yang terhubung ke otak dan sumsum tulang belakang. Di dalamnya terdapat reseptor sensorik yang memproses perubahan di lingkungan internal dan eksternal.

Informasi tersebut dikirim ke SSP melalui saraf sensorik aferen. SST kemudian dibagi lagi menjadi sistem saraf otonom dan sistem saraf somatik. Otonom memiliki kontrol tidak sukarela pada organ internal, pembuluh darah, otot polos dan jantung. Somatik memiliki kontrol sukarela pada kulit, tulang, sendi, dan otot rangka. Kedua sistem berfungsi bersama-sama, melalui saraf dari SST yang masuk dan menjadi bagian dari SSP, dan sebaliknya.

Berbagai gangguan sistem saraf

Gejala-gejala masalah sistem saraf bergantung pada area sistem saraf yang terlibat, serta apa penyebabnya. Masalah sistem saraf dapat terjadi secara perlahan dan menyebabkan hilangnya fungsi secara bertahap (degeneratif), atau bisa terjadi secara tiba-tiba dan dapat mengancam jiwa. Gejalanya bisa ringan atau berat.

Beberapa kondisi serius, penyakit, dan cedera yang dapat menyebabkan masalah sistem saraf meliputi:

  • Gangguan suplai darah (gangguan pembuluh darah).
  • Cedera (trauma), terutama di kepala dan sumsum tulang belakang.
  • Gangguan bawaan dari lahir.
  • Masalah kesehatan mental seperti gangguan kecemasan, depresi, atau psikosis.
  • Paparan terhadap racun, seperti karbon monoksida, arsenik, atau timbal.
  • Gangguan yang menyebabkan hilangnya fungsi secara bertahap, misalnya penyakit ParkinsonAlzheimer, dan neuropati perifer.

Gejala kelainan saraf perifer atau tepi biasanya dimulai dengan mati rasa, tusukan atau kesemutan di jari kaki atau jari. Ini dapat menyebar ke kaki atau tangan dan menyebabkan rasa terbakar, membeku, berdenyut dan / atau nyeri yang seringkali memburuk di malam hari. Rasa sakitnya bisa konstan atau hilang timbul, tetapi biasanya rasa sakitnya terasa sama di kedua sisi tubuh di kedua tangan atau di kedua kaki.

Gejala kelainan saraf tepi sering meliputi:

  • Sensasi mengenakan “sarung tangan” atau “kaus kaki” yang tidak terlihat (baal)
  • Sensasi terbakar atau rasa sakit seperti membeku, tajam, menusuk, atau sakit seperti tersengat listrik
  • Sensitivitas ekstrem saat disentuh
  • Kesulitan tidur karena sakit di kaki
  • Kehilangan keseimbangan dan koordinasi
  • Kelemahan otot dan kram otot (berkedut)
  • Kesulitan berjalan atau menggerakkan lengan
  • Berkeringat yang tidak biasa
  • Kelainan tekanan darah atau nadi

Gejala seperti kelemahan atau tidak mampu menggenggam sesuatu, mati rasa, dan mengalami rasa sakit yang terasa seperti menusuk atau membakar di anggota tubuh, bisa menjadi tanda dan gejala umum kelainan saraf tepi. Gejala-gejala kelainan saraf tepi mungkin tergantung pada jenis saraf tepi yang telah rusak.

1 thought on “6 Makanan Ini Juga Baik untuk Kesehatan Saraf”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *